Sekarang adalah kenyataan dari sandiwara.
Tetap sendiri meski dalam keramaian.
Tersenyum padahal sangatlah sedih.
Tertawa bebas dengan para pelakon
Bandit  bandit yang sangat lihai .
Seekor burung yang bermain dengan para musang.
Tersenyum di balik jeruji .
Sekarang tersadar mereka tidak lebih hanya pemburu yang menyamar .
Dalam raga terkekang jiwa.
Untaian kesedihan tertulis di dalamnya.
Sadari sedari dulu engkau adalah sendiri .
Dalam ramai pasti engkau kucil di baliknya.
Kencana yang berdesir sudah siap membawa pergi .
Hakikat insani yang sebenarnya belum dipahami .
Sadari pula bayanganpun tidak akan sama dengan raga setiap saat .
Pintakan pada dirimu engkau tetap sendiri .
Dan yakinkan pula bahwa yang paling dekat dengan kau hanyalah ibu bukan lainnya.
Sahabat itu hanyalah bayangan yang sangat fana.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *