Mengapa tak pernah ada sapa?
Bukannya tak rindu, bukannya tak suka.
Hanya saja diri tak ingin melangitkan harap berlebih.
Biarlah berjalan sesuai porosnya.
Indah, dan tenang.
Hingga masa menjadi jawaban atas semua resah yang ada.
Tak ingin jadi fatamorgana.
Meski tampak, namun ternyata hanya bayang ilusi semata.
Dan semakin dikejar hanya semakin sia-sia.

– Redaktur

Categories: PUISI

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.